<!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d1574632008568096036\x26blogName\x3dBudakPEMALAS\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://aqidamsyar.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_GB\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://aqidamsyar.blogspot.com/\x26vt\x3d4889051296568924402', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>




stories biography archives


Intro


AQIDAMSYAR
Melakar nama, Mencari Dunia.
Sesat Sendiri, Mula Lupa Diri
Berhenti Dipersimpangan,
Melihat Kebelakang
Mahu diri kembali.
Pulang


Friday, 17 February 2017

Ada seorang perempuan,
cuba bertahan dengan perasaan,
pura pura kuat meski diri sudah tenat,
tetap ukir senyuman walau hati,
terhenyak lumat..

Disebalik senyuman itu,
dia menyimpan selautan resah,
jiwanya sudah pecah,
berkecai seperti serpihan serpihan kaca,
tidak mudah untuk dicantum semula,
apatah lagi menjait tiap satu satu darinya,
menampalnya juga mengambil masa,
sehingga tiada siapa bisa menentukan
berapa waktu yang dibutuhkan.

Dia berpura tabah,
agar mereka tahu dia tidak lemah.
Dia berlakon gagah,
agar mereka tahu dia tidak lelah.

Airmata umpama teman rapat,
sering terbasah dalam hujan lebat,
hingga jiwanya terbunuh hebat,
langit yang berwarna,
cuma dilihatnya GELAP.

Perlahan dia belajar bangkit,
bangkit menghadap dunia,
dunia yang dia rasa cuma ada perit
bangkit tanpa peduli sakit yang memerit
dia kembali melihat cerahnya sang langit.

Tersedar dia dari penjara mimpi,
luka lama mula kering sendiri,
ulas senyuman terukis sekali lagi,
dan kini dia hidup kembali.



Official Template By BudakPEMALAS